Thursday, 7 January 2016

Mungkin, suatu saat nanti

Kemudian terjadi lagi, bertengkar karna masalah yang sama. 
kenapa ? aku hanya ingin tahu semua tentang kamu dan dia.
kamu bahkan tidak pernah bercerita jika aku tidak memintanya.
itupun harus memaksa.

Kenapa? toh dia belum begitu asingnya sehingga kamu bisa beralasan lupa
Belum lama ketika kamu benar-benar mencintainya, dan berharap berjodoh dengannya.
ya, aku cemburu dengan masa lalumu. kekanakan memang, tapi itulah yang terjadi
sampai kapan ? entahlah aku juga tidak tahu

Tapi tunggu, kamu pikir aku senang ?
oh tidak. aku muak. selalu dibayang-bayangi dengan dirinya.
aku selalu dipenuhi pertanyaan apakah dia sudah melupakanmu?
apakah mungkin dia masih berharap denganmu ?

Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menghampiriku
4 tahun bukan waktu yang singkat untuk suatu hubungan dan kemudian melupakan semuanya
Aku, saat ini bukanlah apa-apa.
Apakah aku mau ? tidak, aku bahkan menghindarinya. tapi rasa penasaranku rupanya lebih kuat

Aku rela sakit hati, aku juga rela cemburu. untuk mengetahui dia baik-baik saja.
Entahlah, tapi aku merasa begitu buruk telah "merebut" kamu darinya.
Aku bahkan mulai menyukaimu tanpa tau kamu sudah ada yang punya.
Aku sungguh menyesal mengetahui semuanya setelah menerimamu.

Aku menyesal, menerimamu tanpa mengetahui apapun tentang dirimu
mungkin akan berbeda jadinya jika aku mengetahuinya sebelumnya
mungkin 17 september tidak akan menjadi tanggal kita.
aku tidak menyesal menerimamu, hanya saja aku menyesal terlalu cepat bersama denganmu.

Melihat percakapanmu dengannya, ketika kamu bersemangat mengajaknya ke KUA, berharap agar berjodoh dengannya.
kenapa aku merasa sedih ?
konyol memang, bahkan akupun tau itu hanya bercanda. tapi perasaan sedih itu datang dengan sendirinya

Maaf, sekarang aku yang selalu bercanda konyol seperti itu
Denganku, mungkin kamu belum berpikir sejauh itu,
Maaf aku hanya bercanda
Maaf aku sudah terlalu berlebihan. 

Sampai saat ini, kamu berhasil membuatku spesial, membuatku tampak berbeda
tapi rupanya aku sama saja dengannya. 
kemudian apakah ini artinya kita akan berakhir sama ?
bisa jadi, toh aku bahkan tidak lebih baik darinya.

Aku selalu berusaha menutupi rasa ini,
kamu tidak perlu tau, toh kamu bahkan tidak peduli.
aneh, kemarin kamu bilang jangan berbohong.
begitu aku mencoba mengungkapkan, kemudian kamu yang berbalik marah

Memang sebaiknya aku merasakannya sendiri.
Sampai suatu saat nanti, saat rasa penasaranku terjawab,
Entah endingnya akan menjadi seperti apa.
Jika ending kita akan sama, mungkin akhirnya dia akan bahagia.

I remember that Karma does exist. 

No comments:

Post a Comment